Rabu, 30 Mei 2012

makalah bangun ruang


KATA PENGANTAR

Pada kesempatan kali ini mari kita mengungkapkan rasa syukur kita kepada Allah SWT yang tiada hentinya memberi nikmat, salah satunya berupa kesehatan, sehingga dapat melaksanakan tugas keseharian kita.
                Shalawat serta salam mari kita haturkan kepada sang revisioner islam, junjungan Nabi kita  Nabi Muhammad SAW sebab dengan perjuangan beliau kita dapat melangkah di dunia ini dengan penuh kebahagiaan, penuh kedamaian dan kesejahteraan dengan adanya agama islam.
                                Penulis bangga membuat makalah yang berjudul “bangun ruang” sebagai penyelesaian tugas dari mata kuliah “karya ilmiah” STKIP Al-qolam Gondanglegi Malang, kami mengharap pada pembaca untuk memberi kritik dan saran dan bimbingan yang sekiranya membuat makalah kami mendekati pada kesempurnaan, karena kami hanya manusia biasa yang tidak pernah lepas dari salah dan khilaf.











Bab I
PENDAHULUAN
A.Latar belakang
                Bangun ruang adalah suatu cabang matematika yang berhubungan dengan metode untuk mengetahui volume,luas dan keliling sebuah bangun. Oleh karena itu,bangun ruang sangat dibutuhkan dalam segala aspek kebutuhaan.Didalam pembelajaran bangun ruang akan dijelaskan tentang hal-hal yang sangat bermanfaat baik masalah kehidupan umum maupun agama,karena dengan membelajarkan bangun ruang,maka sisw akan dapat mengerti tentang volume air. Untuk itu,bangun ruang sangat perlu untuk untuk dipelajari.
B.Rumusan masalah
1.Menghitung luas dari bangun-bangun ruang
2.Menghitung keliling bangun-bangun ruang
3.Menghitung volume bangun-bangun ruang.
C.Tujuan
1.Menjelaskan bentuk dan luas bangun ruang
2.mendeskripsikan keliling dan volume bangun ruang.
               





Bab II
PEMBAHASAN
A. Luas Bangun Datar
  1. Luas Persegi, Persegipanjang, Segitiga, Jajargenjang, dan Trapesium
Untuk mengingat kembali bagaimana menghitung luas persegi, persegipanjang, segitiga, jajargenjang, dan trapesium, perhatikan contoh berikut.
'
Image:Bangun_D_R_3.jpg
Image:Bangun_D_R_4.jpg
  2. Menghitung Luas Segi Banyak
 perhatikanlah gambar berikut.
      http://www.crayonpedia.org/wiki/images/a/af/Bangun_D_R_6.jpg
Bangun datar pada Gambar (a) dan (b) dinamakan juga segi banyak. Bangun (a) dibentuk oleh persegipanjang dan persegi. Adapun bangun (b) dibentuk oleh persegipanjang dan segitiga. Bagaimanakah cara menghitung luas segi banyak tersebut?
Langkah-langkah untuk menghitung luas segi banyak adalah sebagai berikut.
1. Tentukan bangun datar apa saja yang membentuknya.
2. Tentukan luas dari setiap bangun datar yang membentuknya.
3. Jumlahkan luas dari keseluruhan bangun datar yang membentuknya.
Berdasarkan langkah-langkah tersebut, maka
• Luas bangun (a) = luas persegipanjang ABCG + luas persegi DEFG
                              = (10 cm × 4 cm) + (3 cm × 3 cm)
                              = 40 cm2 + 9 cm2
                              = 49 cm2
• Luas bangun (b) = luas persegipanjang PQST + luas segitiga QRS
                              = (12 cm × 8 cm) + (1/2 × 8 cm × 3 cm)
                              = 96 cm2 + 12 cm2
                              = 108 cm2
. 3. Menghitung Luas Lingkaran
Pada bagian ini, akan dibahas mengenai bagaimana cara menghitung luas daerah yang dibatasi oleh lingkaran. Yang dimaksud dengan lingkaran di sini adalah garis lengkung yang titik-titiknya berjarak tetap terhadap suatu titik tertentu. Titik tertentu ini dinamakan titik pusat lingkaran. Namun sebelumnya, akan diperkenalkan tentang jari-jari dan diameter lingkaran serta bagaimana menghitung keliling lingkaran[1].
    a. Jari-jari dan Diameter Lingkaran
Perhatikanlah gambar lingkaran dengan titik pusat O berikut.
     http://www.crayonpedia.org/wiki/images/9/9f/Bangun_D_R_9.jpg
Jarak dari titik pusat ke setiap titik pada lingkaran dinamakan jari-jari lingkaran. Pada gambar tersebut jarak titik O ke titik A sama dengan jarak titik O ke titik B yang dalam hal ini merupakan jari-jari lingkaran. Jari-jari lingkaran biasanya dilambangkan dengan r. Diameter lingkaran adalah panjang ruas garis lurus yang melalui titik pusat dan menghubungan dua buah titik pada lingkaran[2].
Sebagai contoh, perhatikan gambar lingkaran berikut ini.
    http://www.crayonpedia.org/wiki/images/c/ca/Bangun_D_R_10.jpg
Titik pusat lingkaran pada gambar di atas adalah O. Titik A, B, C, dan D ada pada lingkaran. Ruas garis AC dan BD melalui titik O. Panjang ruas garis AC sama dengan ruas garis BD yang merupakan diameter lingkaran tersebut. Diameter lingkaran dilambangkan dengan d. Diameter lingkaran sama dengan dua kali jari-jarinya. Dengan demikian,
      http://www.crayonpedia.org/wiki/images/9/90/Bangun_D_R_11.jpg

Contoh
Sebuah lingkaran memiliki jari-jari 6 cm. Berapa cm panjang diameternya?
Jawab:
r = 6 cm
Panjang diameter lingkaran adalah
d = 2 × r
   = 2 × 6 cm
   = 12 cm
Jadi, panjang diameter lingkaran tersebut adalah 12 cm.
  b. Keliling Lingkaran

http://www.crayonpedia.org/wiki/images/4/41/Bangun_D_R_14.jpg
.


  c. Luas Lingkaran
Kamu telah mengetahui cara menghitung keliling lingkaran. Sekarang, bagaimanakah cara
Luas lingkaran = luas persegi panjang ABCD
                        = p × l
                        =1/2 K × r
                        =1/2 × (π × 2 × r) × r
                        =1/2 × 2 × π × r × r
                        = π × r2
Jadi, luas lingkaran adalah
    http://www.crayonpedia.org/wiki/images/f/f9/Bangun_D_R_17.jpg
http://www.crayonpedia.org/wiki/images/f/f3/Bangun_D_R_18.jpg


B. Bangun Ruang
.  1. Menghitung Volume Prisma Tegak Segitiga

 http://www.crayonpedia.org/wiki/images/3/39/Bangun_D_R_21.jpg


http://www.crayonpedia.org/wiki/images/7/7e/Bangun_D_R_25.jpg















Bab III
PENUTUP
1.Kesimpulan
            Kesimpulan dari isi makalah yaitu :
Luas persegi = s x s
Luas persegipanjag = p x l
Luas trapesium =  x (a + b) x t
Luas jajargenjang = a x t
Luas lingkaran =  x r2
Volume prisa = l x t










Daftar pustaka
Dj.Sumanta. 1994, matematka aplikasi SMP. Bandung; multi trust.
Nugroho.St dan B.Harahap. 1982. eksiklopedia matematika. Jakarta: galia Indonesia.
www. google. com


                [1] Dj.Umanta,matematika,cetaka III (bandung : multi trust,1994) hal 138
                [2] Negoro,St dan B.Harahap,eksiklopedia matematika,cetakan I (Jakarta : galia Indonesia,1982) hal 85

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar